Home » Mau Invest? Ini Cara Investasi Saham Yang Harus Diketahui Pemula
Investasi

Mau Invest? Ini Cara Investasi Saham Yang Harus Diketahui Pemula

Cara memulai investasi saham mungkin masih belum banyak diketahui. Risiko saham yang tinggi sebenarnya tak selalu berarti akan rugi, karena, potensi untung yang ditawarkan juga sangat banyak. Sayangnya, masih banyak yang belum paham mengenai cara investasi saham dengan baik. Padahal, investasi ini bisa sangat menguntungkan walaupun risikonya tinggi.

Investasi saham juga bisa menjadi sarana untuk membeli perusahaan yang bersangkutan. Seakan – akan, kalian menjadi seorang pemilik dari saham besar. Untuk kalian yang ingin memulai investasi, ada beberapa cara investasi saham untuk pemula yang harus kalian ketahui terlebih dulu. Apa saja? Yuk simak.

Cara Investasi Saham

1. Pilih Perusahaan Sekuritas

Pilih Perusahaan Sekuritas

Cara pertama harus kalian mulai dengan memilih dan mencari perusahaan sekuritas untuk membuka rekening efek serta rekening dana nasabah atau RDN. Rekening efek atau rekening saham sendiri digunakan untuk menyimpan saham yang kalian punya.

Lalu, RDN digunakan sebagai rekening untuk menyimpan uang yang ditransaksikan untuk menjual beli saham. RDN sendiri dikelola oleh bank dan sejauh ini sudah ada 16 bank yang sudah bekerja sama dengan Kustodian Sentral Efek Indonesia atau KSEI.

Kalian bisa memilih perusahaan sekuritas yang punya kinerja baik. Namun, tetap saja harus kalian perhatikan juga perusahaan tersebut sudah diawasi oleh OJK atau belum. Lebih baik memilih yang sudah diawasi oleh OJK ya!

2. Sertakan Dokumen Yang Disyaratkan

Sertakan Dokumen Yang Disyaratkan

Langkah selanjutnya setelah memilih perusahaan sekuritas adalah menyiapkan dokumen. Agar rekening saham kalian jadi, kalian harus menyertakan dokumen – dokumen yang disyaratkan, yaitu:

  • KTP
  • NPWP
  • Fotokopi Buku Tabungan
  • Materai 6 ribu

Berkas – berkas ini harus kalian kirimkan beserta dengan formulir pendaftaran ke kantor perusahaan sekuritas. Setelah itu, permohonan RDN dan juga rekening efek kalian akan diproses. Untuk kalian yang mau tahu cara investasi saham lewat online, kalian bisa menghubungi perusahaan sekuritas tersebut dan mereka akan membantu kalian dalam mendaftar.

3. Setor Dana Awal

Setor Dana Awal

Selanjutnya, kalian akan menyetor dana ke Rekening Bank Nasabah atau RDN yang mempunyai Single Investor Identification atau SID. Setelah rekening jadi, kalian diharuskan untuk memasukkan dana. Dana itulah yang lalu nantinya akan kalian gunakan untuk membeli saham.

4. Unduh Aplikasi

Unduh Aplikasi

Cara investasi saham selanjutnya adalah dengan mengunduh serta memasang aplikasi untuk membeli saham di smartphone maupun di desktop kalian. Kalian bisa mengunduh aplikasi trading saham yang tersedia di Google Play Store maupun Apple Store. Semua sekuritas pasti mempunyai aplikasi ini yang memudahkan nasabahnya untuk membeli dan juga menjual saham.

Tahap Investasi Saham

1. Tentukan Tujuan Investasi

Tentukan Tujuan Investasi

Sebelum berinvestasi, kalian harus tentukan terlebih dulu tujuan dari investasi saham ini. Apa keuntungannya? Apakah untuk menabung dana pensiun? Beli rumah? Menikah? Atau apa. Saat tujuan sudah kalian ketahui, maka secara otomatis jangka waktu investasi kalian akan terlihat.

Apakah kalian akan berinvestasi jangka panjang sekitar 10 hingga 20 tahun, atau jangka pendek sekitar 1 – 3 tahun saja atau menengah, 3 sampai 5 tahun. Selain jangka waktu, profil risikonya juga akan terlihat dan perlu kalian sesuaikan dengan profil kalian.

2. Analisa Performa Saham

Analisa Performa Saham

Lakukanlah analisis fundamental dengan menggunakan pendekatan market value. Caranya adalah dengan membandingkan saham tersebut dengan kompetitornya pada satu industri. Walaupun analisis teknikan memang erat kaitannya dengan trader, namun bukan berarti investor tak perlu melakukan analisa ini. Analisis teknikal tentu saja bisa kalian manfaatkan untuk mendapatkan saham dengan harga terbaik.

3. Bentuk dan Evaluasi Portofolio Saham

Bentuk dan Evaluasi Portofolio Saham

Aturlah seperti apa portofolio kalian. Misalnya 50% modal diinvestasikan ke sektor consumer goods, 30% ke perbankan, dan 20% ke komoditas. Usahakan untuk melakukan diversifikasi berdasarkan dengan industri perusahaannya.

Namun, pastikan kalian tak mengoleksi terlalu banyak maupun terlalu sedikit emiten. Lima emiten saja sudah cukup besar. Kalau terlalu sedikit, risiko investasinya pun akan besar. Namun, jika terlalu banyak maka keuntungan yang kalian dapatkan tak akan maksimal.

Lakukan juga evaluasi secara berkala terhadap saham – saham di potofolio kalian, rajin baca berita agar bisa update dalam menyikapi tren terkini di industri tertentu. Saat ada pelemahan performa pada beberapa saham yang kalian koleksi, segera lakukan analisa. Jika mungkin, gantilah sahamnya dengan saham di sektor lain.

Hal – Hal Mendasar Mengenai Saham

1. Transaksi Saham

Transaksi Saham

Pasar saham hanya akan melayani pembelian dan penjualan dari hari Senin – Jumat dan setiap harinya akan dibagi menjadi 2 sesi. Dimana sesi 1 berlangsung pada 09.00 – 12.00 dan sesi II pada 13.30 – 16.00. Namun untuk di hari Jumat dimulai pada pukul 14.00.

Jumlah minimal saham yang harus kalian beli adalah 1 lot atau 100 lembar. Jadi, jika harga saham tersebut misalnya adalah Rp 300 perak per lembar, uang yang kalian gunakan untuk membelinya adalah Rp 300 x 100 lembar = Rp 30.000 belum termasuk biaya transaksi sekuritas.

2. Buy and Sell

Buy and Sell

Menu satu ini digunakan untuk melakukan pembelian atau penjualan saham. Baik menjual ataupun membeli, kalian nantinya akan diminta untuk memasukkan jumlah lot yang mau kalian jual beserta harganya.

Kalau kalian mau membeli di bawah harga pasar saat itu, kalian hanya perlu memasukkan nominal harganya pada kolom. Begitu pula jika kalian ingin menjualnya di harga pasaran. Saat ada investor lain yang membeli atau menjual saham incaran kalian dengan harga yang kalian masukkan, maka saham tersebut akan langsung masuk ke dalam portofolio kalian.

3. Bid and Offer

Bid and Offer

Pada transaksi saham, ada istilah bid dan offer. Kedua tulisan ini bisa dilihat tepat di bawah harga saham dari perusahaan dengan bentuk mirip seperti kolom. Transaksi saham memang mirip dengan transaksi di pasar. Harga pasarannya tertera di atas namun banyak penjual yang menetapkan harga tinggi serta pembeli yang mau menawar dengan harga murah.

Jika kalian memang ingin menunggu serta membeli di harga murah, harga penawaran kalian nantinya akan masuk ke kolom bid. Sementara jika mau langsung mendapatkan sahamnya, kalian hanya perlu membeli dengan harga yang tertera di kolom offer.

4. Settlement

Settlement

Penyelesaian transaksi di bursa adalah T+2, artinya adalah saat kalian menjual saham, dalam dua hari setelah transaksi berlangsung maka pihak sekuritas akan mentransfer uangnya ke RDN. Jika uang sudah ada di RDN maka bisa kalian tarik ke rekening pribadi.

5. Keuntungan Investasi Saham

Keuntungan Investasi Saham

Ada beberapa keuntungan dari investasi saham yang akan kalian dapatkan, apa saja?

  • Dividen

Dividen adalah pembagian keuntungan atau laba kepada kita sebagai pemegang saham. Biasanya dividen ini dibagikan per kuartal atau bisa juga per tahun. Besarannya sendiri tergantung kebijakan perusahaan tersebut. Ada dua jenis dividen, yang pertama adalah duvuden tunai dimana perusahaan akan memberikan uang tunai untuk setiap lembar saham kepada pemegang saham. Lalu yang kedua adalah dividen saham dimana dividen yang diberikan perusahaan berupa saham, jadi jumlah saham yang dimiliki oleh investor akan bertambah.

  • Capital gain

Capital gain adalah sebuah kenaikan dari nilai atau harga sebuah saham. Keuntungan ini baru bisa didapatkan saat saham yang kita pegang dijual dengan harga yang lebih tinggi dari harga saat kita membelinya. Selisih di antaranya akan menjadi keuntungan kalian.

  • Hak kepemilikkan saham

Dengan berinvestasi saham, kalian bisa menjadi bagian dari salah satu pemilik bisnis. Pemegang saham juga punya hak untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS.

  • Pelaporan informasi yang transparan

Pengelolaan serta pengaturan di pasar saham dilakukan dengan baik dan transparan. Mulai dari penilaian, penetapan harga, sampai laporan keuangan.

6. Kekurangan Investasi Saham

Kekurangan Investasi Saham

Investasi saham ini sering disebut sebagai investasi yang tinggi risiko, hal ini dikarenakan beberapa hal:

  • Capital loss

Capital loss adalah kebalikan dari capital gain, dimana nilai saham yang dipegang oleh investor akan turun karena adanya fluktuasi bursa. Kerugian ini baru akan dialami saat investor menjual sahamnya yang sedang mengalami capital loss.

  • Suspend

Risiko lainnya dari investasi saham adalah, saham yang kita punya terkena suspend atau diberhentukan perdagangannya oleh Bursa Efek Indonesia atau BEI. Penyebab suspend beragam, namun biasanya dikarenakan ada kasus yang cukup serius yang melibatkan perusahaan yang menerbitkan sahamnya di bursa. Kondisi ini membuat investor tak bisa menjual atau membeli saham tersebut sampai suspendi dicabut.

  • Delisting

Risiko ini membuan saham dihapudkan dari pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia atau BEI. Setelah delisting, saham tak akan bisa ditransaksikan lagi. Status perusahaan yang telah delisting biasanya tetap menjadi perusahaan publik namun sahamnya tak lagi tercatat di BEI.

  • Likuiditas

Saham memang likuid, namun ada pula yang tidak likuid. Kenapa? Hal ini biasanya terjadi karena saham tersebut memang kurang diminati oleh para investor.

Sebelum berinvestasi saham, ada baiknya kalian mengetahui dulu hal – hal mendasar seperti apa itu investasi dan apa manfaatnya. Hal ini agar kita lebih paham dan lebih berhati – hati dalam melakukan investasi. Semoga cuan terus ya!