Home » Mau Mulai Berinvestasi? Ketahui Dulu Berbagai Jenis Investasi Berikut!
Investasi

Mau Mulai Berinvestasi? Ketahui Dulu Berbagai Jenis Investasi Berikut!

Pasti banyak dari kita yang sepakat bahwa berbagai jenis investasi memang bisa menjadi cara untuk melindungi serta meningkatkan kekayaan kita. Namun sayang, di Indonesia sendiri masih banyak masyarakatnya yang belum paham apa itu investasi. Rendahnya minat dalam berinvestasi ini dikarenakan masih banyak masyarakat di Indonesia yang berpikir bahwa investasi hanyalah kegiatan yang bisa dilakukan oleh orang kaya saja. Untungnya, seiring berkembangnya zaman, Investasi semakin bisa dijangkau oleh masyarakat menengah ke bawah.

Apalagi, pendidikan finansial yang semakin mudah dijangkau membuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya berinvestasi semakin meningkat dan menumbuhkan investasi di Indonesia. Jumlah orang yang bernvestasi di Indonesia pun mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Karena saat ini sudah tak memerlukan modal besar jika ingin berinvestasi.

Investasi sendiri dibagi menjadi 2 jenis, yaitu investasi jangka panjang dan investasi jangka pendek. Jangka pendek biasanya memiliki hasil yang cepat, bisa dilihat kurang dari 12 bulan bahkan bisa dalam beberapa hari atau jam saja. Sedangkan investasi jangka panjang membutuhkan waktu hingga 10 tahun untuk bisa mendapatkan hasil atau return yang diinginkan. Bahkan, beberapa orang hanya membeli investasi jangka panjang tersebut tanpa menjualnya kembali.

Setiap ingin memulai investasi tentu kita harus tahu dulu apa risiko yang akan kita tanggung nantinya. Jenis investasi jangka panjang biasanya membutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk menghasilkan return namun return yang didapat lebih optimal. Nah, lalu ada apa saja sih jenis-jenis investasi yang ada di Indonesia? Yuk simak di bawah ini.

1. Deposito Berjangka

Deposito Berjangka

Deposito berjangka merupakan instrumen investasi yang bisa kalian lakukan di Bank. Instrumen ini bisa memberikan bunga yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan tabungan biasanya. Selain itu, jenis investasi satu ini juga menerapkan tanggal jatuh tempo yang jelas, biasanya 3 – 12 bulan.

Jika kalian mencairkan dana sebelum tanggal jatuh tempo yang sudah ditentukan, maka kalian akan dikenakan pinalti oleh pihak bank. Semakin besar nominal uang yang kalian masukkan sebagai deposito, maka akan semakin besar keuntungan yang akan kalian dapat.

Karena keuntungan inilah, banyak masyarakat yang menjadikan investasi ini sebagai salah satu investasi yang terbilang aman serta punya risiko yang cukup rendah. Prosesnya juga mudah sehingga membuat investor pemula tertarik.

2. Reksa Dana

Reksa Dana

Menurut Undang Undang No 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, Reksa dana memiliki arti wadah yang digunakan untuk mengumpulkan dana dari masyarakat bermodal untuk selanjutnya diinvestasikan ke dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Di sini, kalian sebagai investor hanya perlu menyiapkan modal yang kemudian modal tersebut akan dikelola oleh manager investasi untuk diinvestasikan ke dalam portofolio efek.

Portofolio efek tersebut terdiri atas produk – produk pasar uang, obligasi, maupun saham. Untuk memulai berinvestasi dengan instrumen ini, kalian tidak memerluakn dana atau modal jutaan rupiah.

Karena, kalian sudah bisa memilih reksadana yang tepat untuk kalian hanya dengan modal Rp 100.000 saja. Reksa dana tergolong sebagai investasi jangka panjang yang memiliki risiko rendah. Jenis investasi untuk pemula ini juga cocok untuk kalian yang tidak punya waktu untuk terus memantau naik turunnya harga karena akan ada manajer investasi yang mengelola keuangan kalian.

Pasal 4 Ayat 3 Undang – Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan atau UU PPh mengatakan bahwa penghasilan yang diperoleh dari investasi reksa dana merupakan bukan objek PPh.

3. Properti

Properti

Jika kalian punya modal yang cukup besar, mungkin kalian akan tertarik dengan investasi properti. Tanah dan bangunan adalah salah satu investasi yang sangat menjanjikan. Karena, nilai properti akan terus naik dari tahun ke tahun bahkan bisa mencapai 15 – 20% apalagi jika lokasi yang kalian pilih strategis.

Properti juga menjadi salah satu kebutuhan dasar dan yang pasti risiko yang ditimbulkan dari investasi ini sangat minim. Untuk memulai investasi ini, kalian harus membeli terlebih dulu properti atau tanah tersebut dan merawatnya sendiri.

Kalian juga tak harus menempatinya. Kalian bisa menyewakan properti tersebut. Ini bisa menjadi keuntungan karena kalian akan mendapatkan passive income dari properti kalian. Namun, kalian juga harus membuat perjanjian penyewaan saat ingin menyewakan properti terhadap pihak lain.

Pajak yang dikenakan untuk investasi ini bersifat final yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2016. Dimana besarannya adalah:

  • 2,5% dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan / atau bangunan selain pengalihan hak atas tanah dan bangunan berupa rumah sederhana atau rumah susun sederhana yang dilakukan oleh wajib pajak yang usaha pokoknya melakukan pengalihan hak atas tanah dan bangunan.
  • 1% dari jumlah bruto nilai pengalihan hak atas tanah dan / atau bangunan berupa rumah sederhana dan rumah susun sederhana yang dilakukan oleh wajib pajak yang usaha pokoknya melakukan pengalihan hak atas tanah dan bangunan.
  • 0% atas pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan kepada pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendapatkan penugasan khusus dari kepala daerah, sebagaimana dimaksud dalam Undang – Undang yang mengatur tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum.

4. Saham

Saham

Saham mungkin merupakan jenis jenis investasi yang paling banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Dalam saham. Kalian akan membeli saham suatu perusahaan yang tercatat di Bursa Efek. Sebagai pemegang saham, nantinya kalian akan menerima hak atas dividen sebesar persentasi saham yang kalian punya di perusahaan tersebut.

Selain hak dan dividen, kalian juga akan memperoleh keuntungan dari selisih harga jual saham. Hal lain yang bisa menguntungkan kalian dalam berinvestasi di saham adalah sifatnya likuid sehingga mudah diperjualbelikan.

Jadi, saat harga melonjak naik kalian bisa menjual saham tersebut ke orang lain. Karena itulah, keuntungan yang kalian peroleh bisa jauh lebih tinggi dibanding jenis investasi lainnya. Namun, tentu saja keuntungan yang tinggi juga diikuti dengan risiko yang tinggi karena harganya sangat fluktuatif dan bergantung pada keadaan ekonomi politik, dan keadaan tertentu.

Aspek pajak untuk instrumen investasi bisa dilihat dari penghasilan yang diterima atau diperoleh baik oleh orang pribadi maupun badan dari transaksi penjualan saham di bursa efek dipungut pajak penghasilan yang sifatnya final.

Ada beberapa ketentuan dalam penetapan PPh final atas saham. Yaitu:

  • Besarnya PPh adalah 0,1% dari jumlah bruto nilai transaksi penjualan
  • Pemilik saham pendiri juga akan dikenakan tambahan PPh sebesar 0,5% dari nilai saham perusahaan pada saat penutupan bursa di akhir tahun 1996
  • Dalam hal saham perusahaan yang diperdagangkan di bursa efek setelah 1 Januari 1997, maka yang dimaksud dengan nilai saham adalah nilai saham yang ditetapkan sebesar harga saham di saat penawaran umum perdana.

5. Asuransi

Asuransi

Asuransi mungkin erat kaitannya dengan melindungi. Bukan hanya melindungi diri sendiri namun juga melindungi keluarga dan aset yang kita punya seperti rumah, kendaraan, dan lain – lain. Ternyata, asuransi juga bisa menjadi alternatif untuk berinvestasi.

Asuransi yang berbasis investasi ini merupakan penggabungan dari 2 produk yaitu asuransi dan dana kelolaan seperti reksa dana. Biasanya, premi yang akan kalian bayarkan dikonversikan ke dalam bentuk unit.

Unit ini nantinya akan dibagi menjadi 2 yaitu untuk membayar biaya asuransi dan untuk diinvestasikan. Asuransi yang umum biasanya digunakan sebagai investasi jangka panjang adalah asuransi jiwa.

Namun, sebelum memilih dan membeli polis asuransi, kalian harus paham dulu bagaimana investasi di dalam asuransi ini dilakukan. Setiap bulannya, kalian juga harus melakukan pembayaran asuransi serta biayanya.

Dengan memilih asuransi yang punya basis investasi, maka premi yang harus kalian bayar biasanya akan lebih tinggi dibanding asuransi biasanya. Karena itulah, sangat penting untuk kita teliti memilih perusahaan asuransi yang sudah mendapat izin dari otoritas berwenang serta punya rekam jejak yang bagus.

6. Emas dan Logam Mulia

Emas dan Logam Mulia

Jenis investasi jangka panjang satu ini juga sudah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak dulu. Investasi ini cocok untuk kalian yang ingin berinvestasi yang aman. Karena, harga emas dan loga mulia cenderung akan naik. Selain itu, peningkatannya disebabkan atas respon terhadap keadaan tertentu yang menyebabkan nilai paper investment (saham dan obligasi) menurun.

Harga yang cenderung naik dan stabil ini membuat banyak orang memilih emas dan logam mulia sebagai instrumen investasi mereka. Investasi emas dan logam mulia sangat cocok bagi kalian yang masuh muda seperti pelajar dan mahasiswa.

Pada Pasal 2 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 30 / PMK.03 / 2014 mengenai Pajak Pertambahan Nilai atau PPN atas penyerahgan emas perhiasan dikatakan, penyerahan emas perhiasan dan /ataus jasa terkait dengan emas perhiasan oleh pengusaha emas perhiasan terutang PPN.

7. Peer to Peer Lending

Peer to Peer Lending

Jenis investasi ini masih terbilang baru namun semakin populer karena adanya kejelasan hukum serta kemudahan yang ditawarkan. Saat ini sudah banyak perusahaan berbasis fintech lending yang menjalankan model bisnis ini.

Di dalam peer to peer lending, kalian nantinya akan meminjamkan sejumlah uang kepada pihak yang membutuhkan, baik individu maupun badan usaha. Seperti pinjaman dari bank pada umumnya, return investasi jenis ini berasal dari bunga pinjaman yang sudah disepakati bersama.

Suku bunga peer to peer lending bisa mencapai 18% per tahunnya. Selain itu, kalian juga bisa mulai berinvestasi dengan metode peer to peer lending ini hanya dengan Rp 100.000.

8. Obligasi

Obligasi

Obligasi merupakan surat utang jangka menengah maupun panjang yang bisa dipindahtangankan. Surat utang ini berisi janji dari pihak penerbit untuk membayar imbalan berupa bunga di periode tertentu serta melunasi utang pokok di waktu yang sudah ditentukan kepada pemegang obligasi.

Imbalan bunga yang diterima oleh pemegang obligasi adalah kupon. Jensi investasi ini berjangka mulai dari 1 hingga 10 tahun. Adanya Obligasi dilatarbelakangi oleh upaya untuk menghimpun dana masyarakat yang akan digunakan sebagai sumber pendanaan. Di Indonesia sendiri, ada 3 jenis obligasi yang populer, yaitu:

  • Obligasi Korporasi yang merupakan surat utang yang diterbitkan oleh korporasi swasta maupun BUMN
  • Obligasi Ritel Indonesia atau ORI yang merupakan Obligasi yang diterbitkan pemerintah yang dijual ke perseorangan melalui agen penjual yang ditunjuk oleh pemerintah. Jenis ini pertama kalin terbit di tahun 2006
  • Obligasi Pemerintah adalah obligasi dalam bentuk surat utang negara yang diterbitkan oleh pemerintah

Jenis investasi yang menguntungkan ini bisa dibilang lebih aman karena kemungkinan terjadinya gagal bayar cukup kecil. Apalagi, obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah.

Aspek pajak dari instrumen ini adalah PPh yang sifatnya final atas imbalan bunga atau diskonto obligasi yang diterima dengan tarif yang beragam seperti yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2002 tentang Pajak Penghasilan Atas Bunga dan Diskonto Obligasi yang Diperdagangkan Dan / Atau Dilaporkan Perdagangannya di Bursa Efek.

Itulah macam macam investasi yang ada di Indonesia beserta dengan aspek perpajakannya. Kalian bisa memilih salah satunya yang mungkin cocok dengan kalian. Dalam berinvestasi, pastinya kita akan mendapatkan return serta risiko yang setimpal. Karena itulah, pilihlah dengan hati – hati. Semoga bermanfaat.