Home ยป Berita Investasi 18 November, IHSG Melemah dan Rupiah Menguat
Investasi

Berita Investasi 18 November, IHSG Melemah dan Rupiah Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini dibuka terkoreksi di awal perdagangan hari Kamis 18 November. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG melemah sebanyak 12,64 poin atau sekitar 0,19% ke angka 6.662,34. Ada 167 saham yang naik dan 74 saham yang turun serta 237 saham yang stagnan. 6 indeks sektoral melemah mengikuti koreksi IHSG. Sedangkan 4 indeks sektoral lainnya selamat ke zona hijau.

Indkes sektoran dengan kenaikan paling besar adalah IDX Sektor Barang Baku yang naik sebesar 0,32%. Sektor kesehatan naik 0,28% dan Sektor barang konsumen non primer naik sebesar 0,24%. Sedangkan indeks sektoral dengan pelemahan paling dalam adalah sektor keuangan yang turun 0,67%, sektor infrastruktur yang turun 0,20% dan juga sektor perindustrian yang turun 0,14%.

Total volume perdagangan saham di bursa pagi ini mencapai angka 862,47 juta saham yang total nilainya sebesar Rp 817,29 miliar.

Top gainers LQ45 menurut Berita Investasi pagi ini adalah:

  • PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) (2,14%)
  • PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) (1,13%)
  • PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) (0,56%)

Top losers LQ45 menurut Berita Investasi pagi ini adalah:

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) (-1,98%)
  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) (-1,82%)
  • PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) (-1,25%)

Investor asing juga mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 31,26 miliar di seluruh pasar. Saham-saham dengan penjualan bersih terbesar asing adalah

  • PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 53,7 miliar
  • PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 8,5 miliar
  • PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) Rp 1,4 miliar

Sedangkan rupiah Spot dibuka menguat di awal perdagangan Kamis 18 November. Di pukul 09,10 WIB, rupiah spot ada pada level Rp 14.229 per dolar Amerika Serikat atau AS. Artinya, Rupiah menguat sebanyak 0,10% dari sehari sebelumnya yang ada di level Rp 14.244 per dolar AS.

Di Asia sendiri, rupah menguat bersama dengan kebanyakan mata uang Asia yang lain. Won milik Korea memimpin penguatan mata uang Asia terhadap dolar AS dengan kenaikan 0,20%, dolar Taiwan menguat 0,17%, pesso Filipina menguat 0,17%, rupee India menguat 0,13%, rupiah menguat 0,10%, yen Jepang menguat 0,09%, baht Thailandmengaut 0,08%, yuan China menguat 0,02% dan ringgit Malaysia menguat 0,01%.

Sedangkan dolar Singapura flat diikuti dengan dolar Hong Kong yang melemah 0,01% terhadap dolar AS. Indeks dolar yang menggambarkan nilai tukar dolar AS kepada mata uang utama dunia ada di level 95,74 yang turun dari sehari sebelumnya dimana hari sebelumnya ada di level 95.82.